Postingan

"LULUS" (dengan tanda petik)

The day is almost there. Udah nggak akan ngampus lagi. Aku harus move on lagi. Terakhir kali aku move on soal pindah dari Surabaya ke Balikpapan. Terlalu males gerak, makanya sekarang kerjaanku cuman ngerecokin kesibukan adek-adek tingkat buat ngajakin mereka ngumpul. Ngajar, main, and repeat it. To be honest, aku nggak mau cepet-cepet wisuda. I'm not very excited in looking for kebaya lol dan semua perintilan cewek yang harus disiapin buat wisudaan. Waktu aku masuk kuliah, aku nggak pernah takut nggak dapet kampus. Waktu udah kuliah, aku nggak pernah takut dapet nilai jelek. Dan udah mau selesai kuliah, aku bener-bener takut aku bakalan jadi apa. Sumpah dibantai km itk di forum pemberian status nggak ada apa apanya! Aku bener-bener percaya nggak percaya sama kemampuanku sekarang. Aku tau ada ribuan orang yang butuh pekerjaan sama kayak aku. Dan aku sama sekali nggak punya bayangan sampe saat ini bakalan mau kerja apa.  Yudisium prodi kemarin bikin aku sadar, ternyata maki...

/nya·man/

"Rasanya aneh aja. Aku nggak tau kata ganti apa yang bisa digunakan selain aneh" "Oh iya aku tau, kayaknya nyaman deh" Tidak pernah kehabisan bahan untuk dibagi bersama. Tidak pernah bosan untuk mendengar dan didengar. Tidak pernah ragu untuk mengeluh dan menerima keluhan. Tidak pernah aku tidak tertawa dalam waktu yang dibunuh bersama. Sama sekali tidak pernah berusaha menciptakan suasana yang dirasa tepat, tapi sering semua selalu terasa tepat. Tapi khawatir apa jadinya jika suatu saat harus merasakan suasana tidak tepat. Atau malah tidak punya waktu lagi untuk merasakan suasana tepat itu. Apakah aku mudah beradaptasi lagi? Ternyata nyaman itu tercipta, bukan dicipta. Nyaman itu tidak berparameter, ya nyaman saja . Nyaman juga tidak berarti berkomitmen. Jadi jika nyaman adalah alasan bertahan, artinya bahaya. Karena nyaman tidak mampu menjanjikan apa apa. Tapi apakah nyaman lekang oleh waktu? Dan apakah nyaman bergantung pada subjek? Seharusnya tidak le...

4 Years Memories

Gambar
" Pada akhirnya semuanya hanya akan indah untuk dikenang aja, Pew " - Jaka Kemarin kami akhirnya udah selesai yudisium prodi. Malamnya, saat aku lagi di jalanan sendirian tiba-tiba kepikiran. Oh iya bentar lagi udah nggak bareng mereka lagi. Udah nggak ada ribut-ribut di kelas, pusing belajar bareng, jalan-jalan kalo habis dibantai ujian, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang ternyata udah dijalani selama 4 tahun.  Kita cuma berdelapan, dari mulai terdampar di Surabaya sampai sekarang terus berdelapan. Jadi semua hal yang dilakuin juga bareng mereka-mereka aja. Untungnya aku berada di antara orang-orang yang sifatnya masuk aja di lingkaran delapan orang ini. Kita sifatnya nggak sama, kelahi kecil sampai nangis-nangisan juga udah pernah. Tapi aku harap sampai hari ini semoga nggak ada sakit hati yang tersimpan di antara kita, yang kelak justru menciptakan rasa biasa aja pernah mengenal satu sama lain. Zaman maba, kuliah aja belum Hitam-hitam : Radiasi Ul...

Terima Kasih!!

Gambar
Akhirnya sidang jugaaa! Hari ini banget sengaja cepet-cepet diposting biar nggak lupa mau nulis apa aja. Puas banget sama performa seminar hasil dan sidang kompre. Btw tiga minggu pengunduran jadwal dan hadir di sidang temen-temen bener-bener maksa buat sabar. Aku bersyukur masih dikasi semangat yang luar biasa sama Allah buat belajar. Alhamdulillah. Tulisan ini sebenernya cuma mau bikin makasih-makasihan ke semua yang udah hadir sampe saat ini. Makasih yaaa! Buat Pak Agus yang hebatnya bukan main. Beliau adalah dosen yang bener-bener mau belajar. Topik TA-ku emang nggak akrab sama bidang keahlian beliau, tapi semuanya jadi lancar dan enak banget ngerjainnya. Beliau ngajarin cara bikin alur pembahasan yang baik, cara belajar nulis yang bener, cara analisis fisis yang tepat, bahkan dari kompre sampe sidang selalu simulasi dulu buat persentasi.  Buat Bu Hanif dan semua orang yang ada di PTM, mitra TA-ku. Tanpa mereka mungkin aku udah ngeluarin biaya banyak banget b...

Pertanyaan di 16 Ramadhan

This post will contain pure rant. If you want something positive, just skip this one. Pertanyaan ini nggak murni muncul di hari ini aja. Tapi aku mulai merasa sekarang harus menuliskannya karena aku udah nggak tau lagi mau ngebendung pertanyaan ini pake apa. Dan daripada aku akhirnya hanya akan ber-yaudahlah atau pertanyaan ini ketumpuk sama beban tugas akhir lalu kepalaku terpaksa tidak berusaha mencari jawabannya lagi. Aku sampe rela banget malem ini skip ngerjain revisian supaya aku nggak keburu kehilangan niat buat nulis ini. *** Belakangan ini aku bersyukur banget sama society yang dikasi Tuhan sama aku. Aku dipertemukan dengan banyak orang yang bisa bikin aku jadi mikir tentang banyak hal. Yang bisa bikin aku secara nggak sadar buat punya alasan kenapa aku membuat suatu pilihan. Intinya, aku bisa menikmati hidup ini dengan cara yang lebih berarti aja. Salah satu hal yang aku maksut itu adalah soal agama. Islam itu nikmat. Sama seperti yang aku pernah tulis  d...

Mengenang 22 Mei

22 Mei 2007 Malam itu ada yang membuat aku menyadari bahwa aku berbeda dengan teman-temanku. Ada yang mereka punya, tapi aku tidak. Sudah tidak punya lagi lebih tepatnya. "Ketika kamu punya itu, maka pasti semuanya akan baik-baik saja", salah satu quote yang aku temukan di film. Benar, aku tidak punya itu dan semuanya tidak berjalan baik-baik saja. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku sedang baik-baik saja. Kepahitan yang tidak dapat ditolerir adalah ditinggalkan pulang. Aku paling senior dalam merasakan ini dibanding kalian semua. Aku paling tau cara yang tepat untuk terlihat tetap sehat padahal racun sudah nyaris mengambil nyawa. Itu tidak sulit. Tapi tenang, itu sudah lewat. Sudah 11 tahun ternyata. Aku tetap melanjutkan hidup. Menjadikan hidup yang sudah diberikan menjadi sedikit berarti, paling tidak untuk orang-orang yang berarti. *** Kalau ingat malam itu, aku jadi ingin berterima kasih. Kepada Papa, yang sudah menjadi orang terbanyak kontr...

Persinggahan Tidak Berarti

tiba-tiba ada yang datang dan dengan mudahnya menghancurkan batas yang sudah aku pertahankan how dare you, pewe.. aku bermain-main di daerah terlarang itu tidak dengan tanpa keraguan tapi tetap saja aku bermain disana bermain-main dan begitu berani meletakkan ekspektasi kepada dia yang tidak sama sekali berarti padahal nyata ujungnya berkorban hati malam ini bukan yang pertama kita bermain di tempat itu lagi malam ini bukan yang pertama aku masih meletakkan ekspektasi kepada dia yang tidak sama sekali berarti akhirnya aku menertawakan diriku sendiri dan bertekat lagi untuk berhenti karena memutuskan meletakkan ekpektasi padahal mengerti di akhir akan mati waktu itu aku pernah berdoa agar Tuhan selalu menjauhkan apa yang mendistraksi diriku untuk tidak menjalani hidup dengan cara yang baik mungkin ini jawabannya semoga aku menemukan ruang untuk lari tanpa harus menyebutnya melarikan diri apalagi sampai menyebutnya  ketahuan mela...

1 Ramadhan

Gambar
Tulisan 1 Ramadhan. Aku lagi ingin mengenang Ramadhanku sampai yang ke 22 kalinya ini saja. Aku waktu kecil adalah yang begitu senang dengan bulan ramadhan. Karena bulan ramadhan artinya bisa main sepuasnya. Siang main, habis buka puasa main, habis solat terawih main, dan habis sahur main. Mainannya juga macem-macem. Main petasan, main sarung-sarungan, main sembunyian, main lari-larian, sampai jadi yang sering dimarahin ibu-ibu karena ribut kalo lagi solat terawih. Tapi dulu aku adalah salah satu anak yang nggak pernah ikut ifthar jama'i (red: buka bersama) di masjid rumah. Kata orang tuaku, "kayak nggak punya makanan aja di rumah". Akhirnya aku nggak pernah ngerasain buka bersama sama temen temen mainku itu. Aku lupa di ramadhan ke berapa aku dan teman-teman akhirnya tidak melanjutkan kebiasaan ini. Sampai akhirnya aku sadar dengan kebiasaan yang sudah berbeda karena sudah berada di lingkungan yang berbeda. Kayak sekarang ini. Sahur ya sahur aja, bukan karena...

Reflektorku

If you want something you never had, you have to do something you’ve never done – Anonymous, aku nemu di Pinterest. Kalau ada yang tanya ke aku selama kuliah semester berapa yang paling berat, tentu saja jawabanku adalah semester 8. Setiap hari rasanya pundakku semakin berat. Lebih enak waktu aku harus membawa tas dengan buku tebal-tebal kayak jaman bimbel SMA, yang dibawa masih berwujud dan keliatan kalo itu berat. Sedangkan sekarang yang dibawa nggak berwujud, nggak bisa dipegang. Karena belum bisa aku pegang itu ternyata bikin jadi lebih berat. Yang kubawa ini namanya mimpi. *** Minggu-minggu terakhir ini aku lagi nonton salah satu program survival di korea selatan. Namanya Produce 101 (season 2). Acara ini sebenernya udah hampir setahun yang lalu, maaf cupu jadi telat banget ngerasain euforianya produce 101 . Spoiler dikit, jadi program ini itu mengumpulkan 101 orang yang ingin debut jadi idol dari berbagai manajemen di korea dan lolosnya mereka ditentuin sama poll...

Marahin Adek

Belakangan ini keluargaku lagi cukup hectic. Hectic nyari sekolah buat Wipa yang bentar lagi udah waktunya lulus sekolah. Ini juga gara-gara dia nggak lolos SNMPTN dari seleksi sekolahnya. Ditambah lagi dia bukan SMA, tapi SMK. Dan yang lebih parahnya dia nggak suka belajar. Hal ini bikin serba salah buat mencarikan jurusan apa yang pas buat dia. Padahal aku sudah terlalu ingin punya adik anak teknik industri haha. Hari ini aku lagi marah banget sama dia. Mama aku baru aja ngasih tau info soal pendaftaran sekolah kedinasan, aku dan orang tua udah excited buat nyuruh dia milih mau yang mana dan segera daftar. Terus dia hanya bilang, "nggak minat, jauh di jawa". Kalau saja aku sekarang sedang ada di dekatnya pasti sudah kuteriaki dia seenaknya menolak, diajak berjuang sedikit nggak mau. Aku merasa sudah tau rasanya kuliah yang belum pasti setelah ini akan jadi apa. Belum lagi kalau buat ngejar akademik di kampus sudah ngoyo. Soalnya aku tau banget, dia anaknya pasrahan. Pe...