Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Krisis Tahun Terakhir

Gambar
Minggu ke 0 perkuliahan, 11 SKS dengan beban yang lebih berat dari ketika aku mengambil 24 SKS. Gimana persiapanmu habis semester 8 ini Pew? Sebulan terakhir ini aku hampir tiap hari pasti terlintas memikirnya. Entah baru bangun tidur, di sela sela mengerjakan proposal tugas akhir, atau lagi asik asiknya nonton variety show korea – hiburan recehku setelah seharian dihadapkan dengan nanopartikel dan anak buahnya. Aku semakin merasa tabiat over thinking ku ini cukup menyusahkan. Lima tahun lagi ketika ada yang menanyakan aku sebuah pertanyaan, “ what was your biggest worry 5 years ago? ”. Dengan mudah aku akan menjawab, “ apakah mungkin aku bisa hidup hanya dengan diriku sendiri? ” *** Mungkin aku pernah menyebutkan sedikit di tulisanku sebelumnya, aku ingin sekolah lagi. Ya aku memang minim pemahaman tentang dunia industri itu gimana. Mungkin aku justru saat ini lebih paham tentang dunia riset di Indo daripada dunia industrinya. Bisa jadi karena aku belum paham, makanya

Mengajar : Menjadi Keren!

Tiba-tiba di awal tahun 2018 ini banyak sekali hal yang wajib banget buat disyukuri, salah satunya adalah ketika seorang adik yang kurang lebih enam bulan yang setiap dua kali seminggu harus berpusing-pusing dengan aljabar bisa mendapat ranking dua di kelas. Rasa bahagianya dia sukses buat aku semangat untuk memberikan yang lebih baik lagi di semester selanjutnya. Ayo dek kita ntar belajar lagi supaya lebih bisa dari kemarin yaa haha – kalimat itu yang aku katakan setelah orang tuanya mengabarkan kalo dia mendapat ranking dua. *** 13 tahun yang lalu tepatnya waktu aku kelas tiga SD adalah saat dimana pertama kali aku ingin jadi guru suatu hari nanti. Sampai sekarang aku ingat sekali bagaimana seorang ibu guru mata pelajaran ipa yang mengajarkan materi fotosintesis di kelasku saat itu. Bukan materinya yang seru, tapi cara beliau mengajar yang sukses aku menyukai ipa saat itu. Yang materinya tidak pernah aku lupa sampai aku lulus SD. Cara beliau mengajar membuatku takjub, luar