Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Harm Posts (hahaha) pt.3

Baru tau kan? Kerja itu emang gini. Diem aja dulu, kamu jangan cari masalah. Masi baru. Udahlah kerja itu yang penting kita aman. Kalau nanti aku udah punya junior di tempat ini, tidak akan keluar dari perkataanku saran kepada mereka untuk diam  atau cari aman atas apa yang menurut akal dan hati nurani mereka tidak benar . Hampir satu tahun di tempat kerja, pertanyaan yang paling sering muncul di kepala adalah orang dewasa kok gini amat yak?  Awalnya ngerasa dilingkupi oleh hal-hal positif. Banyak orang dewasa yang masa pengabdiannya   kerjanya udah 10 tahun keatas. Pengalaman banyak, sejarah tempat itu menguasai, teknik birokrasi paham secara esensialnya, pola bekerja adalah panutan, dan yang paling dihusnuzanin adalah bisa mengayomi, menyemangati, mengajarkan, menjadi tempat diskusi, dan mempositifkan junior mereka. Tapi makin kesini makin serem! Makin diperlihatkan hal-hal yang sebenernya menurut akal pikiran (nggak usah sampe ke hati nurani lah) salah, tapi dikerjak

Penjelasan tentang "Harm Posts (hahaha)"

Sebelum postingan ini, sudah ada dua berturut-turut postingan yang berjudul Harm Posts (hahaha) . Bingung sih mau dikasi judul apa, maaf aja kalo agak cringe gitu:( Jadi si Harm Posts (hahaha) ini isinya tentang kejadian, kegundahan, kejengkelan yang terjadi di tempat kerja which is pemerintahan. Kenapa harm  soalnya tulisannya emang merusak. Sebenernya lebih ke perspektif dan pendapat aku dalam menghadapi kejadian-kejadian di tempat kerja. Sengaja sih aku mau bikin event refleksi pekerjaan melalui tulisan di blog ini. Supaya nanti kalo aku lagi dalam kondisi down atau negatif, aku bisa menarik diri kembali dan mengingat how I've done before. Jadi ntar kalo kalian merasa tulisan didalamnya mengandung sedikit provokasi, tolong jangan dilaporin apalagi sampe di screenshot dan dikirim ke facebook, karena bapak/ibu di tempat aku pasti laju banget kalo udah facebook:( Sekian.

Harm Posts (hahaha) pt.2

Bukan pertama kalinya aku kerja dalam tim, setelah bekerja ini. Kuliah empat tahun, tiga setengahnya aku berkutat dengan team work, satu tahun jadi orang pertama disamping pemimpin. Bukannya ngerasa paling bisa sih, tapi setidaknya kan sudah ada pengalaman berada di sebelah pemimpin itu bagaimana. Dan akhirnya di tempat kerja diberi kesempatan yang sama. Kalo waktu kuliah, aku sama pemimpinku ini nyaris selalu satu suara. Aku nyaris nggak punya ketidak sukaan berlebih yang harus aku simpan apalagi sampai mengganggu dalam bekerja di dalamnya. Aku selalu punya kesempatan untuk menyampaikan apa saja yang mengganjal dan tidak bersesuaian antara aku dengan dia. Yang penting, ketika keluar itu sudah harus satu suara, meskipun sebelum itu harus baku hantam dulu. Tapi nggak sih, nggak pernah sampai segitunya juga. It might happen when we're in the same age. Terus di tempat kerja ini, pemimpinnya udah seumuran orang tua di rumah.Tapi engga, makin kesini aku mulai tidak terbebani de

Harm Posts (hahaha)

Start to write my mind about work life. Kira kira kalo aku sambat sambat di blog tentang kerjaan dan dibaca orang, akan termasuk bentuk provokasi ngga ya? Soalnya melanggar nilai-nilai ASN tuh. Semoga atasan ngga ngepoin aku sampe sini.  *** Kemarin aku ikut menghadiri rapat Raperda tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. Btw sebenernya Perda tentang ini sudah ada di tahun 2010 atau 2014 (lupa dan filenya di kantor, ngga bisa ngecek) dan Perda itu ditarik dan diperbarui. Jadi kenapa Perda itu harus diperbarui? Ya pasti udah pada tau, karena jika isinya sudah tidak relevan dengan kondisi atau perubahan saat ini dan ada keadaan yang belum diatur di Perda sebelumnya. Sama seperti sistem penyelenggaraan pendidikan ini. Sebelum rapat dengan sekda, opd rapat internal yang dihadiri eselon 3 dan 4. Tapi pada saat itu kebetulan seluruh eselon 3 sedang ada kegiatan, jadi rapat hanya dihadiri beberapa eselon 4 dengan kadis dan sekretaris. Allah itu emang ngasih aku kesempatan untuk melihat,